Maha suci Allah yang menciptakan jiwa manusia penuh perseimbangan, persamaan, kesempurnaan (taswiyah) sebagai modal kehidupan insan di dunia. Itulah yang digambarkan oleh Allah dalam Surah al-Shams: 7-10. Manusia tidak dilepaskan sebegitu bebas tanpa anugerah kudrat dan akal dan segala kesempurnaan ciptaanNya.
Antara kesempurnaannya adalah ruang penuh perseimbangan dan persamaan manusia dalam memilih baik dan buruk, untung dan rugi, miskin dan kaya, bodoh dan pandai, sihat dan sakit, positif dan negatif dan seterusnya. Ya... Hidup adalah pilihan. Manusia bertanggungjawab penuh ke atas hidupnya.
Semuanya berada dalam ruang upaya manusia untuk membangunkan potensi terbaik yang ada pada diri sebagai bekal untuk kehidupan penuh pancaroba. Usaha adalah kunci berikutnya.
Lalu mungkin ada antaranya gagal, tersisih, tersalah pilih jalan dan sebagainya. Ia mungkin takdir, bukan bermakna kegagalan. Mungkin juga ujian. Ada imbalan dan pertimbangan Yang Maha Kuasa. Kaya tak bermaksud senang, boleh jadi juga ujian untuknya begitu juga lainnya.
Comments